26 Juni 2011

Tato Foto Mami

Ini foto kenangan mami zaman SMP

Seandainya boleh, saya ingin mentato tangan ini dengan foto mami, ini foto beliau satu-satunya waktu kecil. Rumah kecil mami, di Gaung, Tarandam, Padang Sumatra Barat dulu pernah terbakar. 

Foto-foto dan kenangan indah lainnya juga ikut terbakar. Foto ini tercecer dari buku raport SMP mami yang kebetulan masih utuh dalam satu keping. Saya scan dan abadikan secara  digital, lalu upload di facebook, blogspot, dan twitter, biar api tak kuasa menyentuhnya ; dan beliau  tahu betapa saya mencintainya.

Jika orang lain bangga dengan tato naga, yakuza, yang terbentang di bahu kiri dan kanan mereka laksana sayap, saya cukup bangga dengan tato gambar mami. Sayangnya beliau pasti ngamuk kalau saya melukis tangan walaupun gambarnya foto dirinya. :)

Pernah baca percakapan yang diabadikan antara Kahlil Gibran dan bundanya dalam Sayap-Sayap Patah? Baiklah ini saya nukilkan. 

Bundaku bilang : "Jika engkau tidak lahir ke dunia, engkau masih sebagai malaikat di surga."

"Tapi aku masih tetap sebagai malaikat, bunda!"
Bundaku tersenyum dan berkata :"Di mana sayapmu?"

Kuraih tangannya, lalu kuletakkan pada pundakku dan kataku;"di sini."
"Sayap-sayap itu telah patah," tuturnya.

9 bulan kemudian bundaku moksa ke cakrawala biru (meninggal dunia).
"Jika kasih sayang ibu ada harganya, aku dan kamu tak akan pernah sanggup membayarnya!". 
Tenang mi, ini cuma berandai-andai, I love you mami...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar